Umroh Diary: Tips selama Umroh

Ini beberapa tips yang bisa aku sharing kan ke teman-teman selama kita Umroh selain dari perlengkapan yang perlu dibawa selama Umroh.

Nomor satu dan utama:

Siapkan mental dan fisik. Perbanyak ikhlas dan sabar, lillahi ta’ala.

Jaga kesehatan, makan makanan bergizi, makan vitamin dan madu. Aku latihan di gym untuk persiapan ketahanan fisik. Tetapi kalau memang sudah ketetapan Allah kita diberi sakit, maka ikhlaskan.

Tips nomor dua dan seterusnya:

2. Ada beberapa barang yang tidak perlu dibawa dari tanah air, bisa dibeli di tujuan, misalnya: krem body lotion (size besar 16 real), sandal jepit (5-20 real), aneka gamis (bisa sekalian untuk oleh-oleh).

Terusan india 10 real, pasmina 5-10 real. Ini beli di kaki lima depan Mesjid Nabawi. Abaya/gamis hitam 80-220 real hasil ditawar

Ada juga abaya hitam dengan kualitas biasa 30 real. Gamis motif India juga ada 20 real, kualitas lebih bagus

3. Makan sudah dalam paket Umroh, disediakan tiga kali sehari di hotel, kecuali kalau pengen jajan makanan di sana dan beli oleh-oleh seperti kurma.

Kalo mau jajan makan di sana, ada banyak warung makan menyediakan kebab, nasi briyani, dll. Sekali makan habis 10-20 real. Dan porsinya besar, bisa untuk makan 2-3 orang.

Di dekat Masjid Nabawi, dekat tugu yang banyak merpatinya ada foodcourt di sana. Ini foto jenis makanan yang disajikan di salah satu warung tersebut.

Menu di warung makan di Medinah
Menu di warung makan di Medinah

Makan siang di food court di Zam Zam Tower, Mekah, seberang Masjidil Haram. Total: 52 real saja untuk bertiga. Ada nasi dengan ayam briyani dan dua macam salad.

Menu makan siang di foodcourt Zam Zam Tower
Menu makan siang di foodcourt Zam Zam Tower

 

Es krim: 3-9 real

Warung es krim di Medinah, dekat hotelku dan Mesjid Nabawi
Warung es krim di Medinah, dekat hotelku dan Mesjid Nabawi

 

Warung es krim di Mekah, di samping hotelku
Warung es krim di Mekah, di samping hotelku

4. Beli kurma bisa di halaman Mesjid Quba, dengan harga terjangkau, 10-20 real per KG. Ada kurma mentah (belum dikeringkan, masih segar) harganya 10 real per KG, jika dimasukkan ke kulkas bisa tahan seminggu.

Di perkebunan Kurma di Medinah juga bisa beli kurma. Harga kurma Ajwa lebih mahal.

Tidak perlu beli banyak-banyak karena bisa kena charge overweight dari maskapai penerbangan. Kan bisa beli di Tanah Abang kalau kurang, hehehe.

5. Oleh-oleh

Aneka permen coklat: 20 real per kilo.

Tasbih: 2-10 real per piece.

Hena untuk kuku 20 real isi 12 tube (warna merah). Yang warna hitam 25 real satu kotak.
Ada mainan anak2 juga, kisaran 10-20 real.
Mau belanja oleh-oleh bisa juga di Jeddah, di Corniche Commercial Center. Cari toko Ali Murah. Satu toko komplit. Ada baju, aneka makanan, tas, gantungan kunci, kopiah, dll.
Ada coklat bentuk batu koral, harga isi 250 gr – 10 real, beli 2 packs – 15 real0, beli 1 kg (4 packs) cuma 25 real.
Ada kue mamoul, spt nastar taoi tengahnya pasta kurma. Harga per box SR 5-10 tergantung merk. Ini enak bangeeeet.
O iya, di sini ada warung bakso lho. Harga seporsinya 12 real.
Warung bakso di Corniche, Jeddah
Warung bakso di Corniche, Jeddah

Aku lihat barang-barang kaki lima di Mekah kurang bagus dibanding yang di Medinah. Kalau mau belanja sebaiknya di toko. Ada teman grup yang beli emas di Mekah, harganya berkisar 180-240 real per gram, tergantung jenis emasnya. Ada yg beli termos, beli cangkir-cangkiran, beli sajadah, tapi aku tidak tanya ke mereka harganya. .

6. Obat gosok atau balsem is a must, karena banyak aktifitas fisik apalagi setelah melakukan Umroh. Badan dan kaki pegal pegal

7. Kartu kredit tidak berlaku di Saudi. Bawa rupiah saja. Di sana banyak money exchanger. Bahkan mesin ATM pun jarang, jadi bawa uang lebih tidak apa, untuk berjaga-jaga.

Uang real jangan dihabiskan untuk belanja, siapkan minimal 100 real untuk bekal pulang, karena perlu untuk bayar baggage wrapping di bandara (20 real) atau beli makanan saat menunggu di bandara.

8. Bawa koper kecil yang bisa dibawa ke kabin. Ini cadangan untuk oleh-oleh atau bawa baju kotor. Karena koper kecil di sana lumayan mahal, sekitar 200 real.

9. Kalau mau bawa tas jinjing ke kabin, bawa yang ada roda. Jangan membebani diri sendiri dengan menenteng tas yang berat pula. Karena waktu aku pulang, begitu landing di Dubai, kami harus langsung ke gate departure untuk mengejar pesawat ke Jakarta. Jaraknya jauh dari gate arrival, naik turun elevator, melewati gate pemeriksaan dan naik kereta.

10. Manfaatkan servis laundry di sana supaya tidak perlu bawa baju terlalu banyak.
11. Saat melakukan Umroh, bawa tas kecil saja untuk menyimpan buku doa dan sandal. Jika haus, air zam zam sudah tersedia di lokasi mesjid dan Sa’i.

12. Tidak diperbolehkan mengambil foto di dalam mesjid. Sembunyikan HP dan kamera saat masuk ke Mesjid Nabawi dan Masjidil Haraam, karena akan disita oleh petugas keamanan jika ketahuan.

13. Saat ke Raudhah di Mesjid Nabawi, ikuti panduan petugas keamanan. Para jema’ah dibagi berdasarkan negara dan bahasa. Indonesia berada di group Bahasa Melayu. Tidak perlu saling mendorong. Berdoalah untuk diberi kelancaran. Sabar.

Aku dan teman tidak tahu kalau caranya seperti itu sehingga saat pertama kami pergi ke Raudhah, terjadilah kami kucing-kucingan dengan petugas karena mau berada di depan, tidak ikut antrian. Malu bertanya, sesat di jalan, hehehe.

 

Sekian dulu tipsnya, nanti akan aku tambahkan jika diperlukan.

Ikuti postingan yang lain di Umroh Diary.

 

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »