Berlomba-lomba berbuat kebaikan dan beribadah

Bulan Ramadhan sangat diistimewakan, maka perlu pula kita isi dengan banyak kebaikan dan ibadah. Di sini tantangan kita untuk memperbaiki diri di segi keimanan.

Tetapi, kalau dipikir, ya perbaikan diri dan iman jangan cuma dilakukan di Ramadhan. Proses itu kan berkesinambungan. Tak ada hentinya untuk belajar.

Beberapa hari sebelum masuk Ramadhan, aku sering telpon-telponan dengan Poohbearku sayang. Kita ngobrol soal kebiasaan masing-masing di bulan puasa. Lalu Hakim (a.k.a Poohbear) bilang dia baca Al-Qur’an satu juz tiap malam. Wah, aku belum pernah khatam kalau Ramadhan (jadi maluuuuuu deh sama dia…..). Hal ini membuatku terpacu untuk bisa khatam di bulan suci ini.

Hmmm, mungkin inilah yang dibilang berlomba-lomba berbuat kebaikan ya?

Kalau Hakim bisa, kenapa aku tidak? Hakim yang mu’allaf 7 tahun lalu, yang bekerja fisik selama 13-15 jam sehari di waktu kerja yang cukup aneh (kadang pukul 01.30 sudah harus mulai bekerja, paling siang dia pergi kerja ya pukul 06.00), yang sedia batu untuk tayamum saat dia mau sholat di sela-sela pekerjaannya yang menyetir truk semen, yang tinggal di negara non-muslim, yang masih sempat nge gym tengah malam (karena gymnya buka 24 jam).

Sedangkan aku yang tinggal di sini, di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yang jam kerjanya normal, masih malas-malasan beribadah. I learn a lot from you my love….

Tahun lalu, sholat tarawihnya full dikerjakan di rumah tantenya Ariefiona di Meruya. Buka dan makan malam pun di sana. Aku sempat bilang ke Ariefiona kalau dia mesti care sama aku, karena aku kan yatim piatu, dan memberi makan anak yatim piatu itu berpahala. Weeeh, segitunya, hahaha…….

Target bulan Ramadhan 1429 H: tarawih full, tahajud full, khatam Al-Qur’an.

(Gak cuma kerjaan kantor aja yang ada target. Sudah seharusnya ibadah pun kita buat targetnya, agar lebih baik dari hari ke hari)

Nah, biar pekerjaan, ibadah dan aktifitas lain bisa berjalan baik di bulan Ramadhan, aku sudah buat jadwalnya nih:

02.30 WIB: bangun, sholat tahajud dan witir. Sisa waktu sebelum sahur digunakan untuk baca Al-Qur’an atau online, atau mengerjakan pekerjaan offline internet marketing.

03.45 – 04.45 WIB: sahur, sholat shubuh.

04.45 – 06.00 WIB: tidur lagi

06.00 – 07.00 WIB: mandi, persiapan kerja

07.00 – 08.15 WIB: perjalanan ke kantor

08.15 – 16.30 WIB: stay di kantor

Pilihannya di sini: pulang ke rumah, atau ke Puri Mall untuk ngegym setelah buka puasa.

Abis maghrib, cicil baca Qur’an, makan malam, sholat Isya’, tarawih diselingi baca Qur’an lagi. Setelah itu back to my online work. Paling telat pergi tidur pukul 23.00. Biar bisa bangun on time besok paginya.

Semoga iman dan takwa semakin menebal, amal dan ibadah diterima Allah Swt, dan menjadi orang yang makin baik dari segala sisi.

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »