Belajar Berenang

Pak Bambang (fisioterapisku) menganjurkan aku berenang untuk perawatan tulang belakangku gara-gara sakit punggung dan leher yang aku alami.

Hmmm, ada dua masalah yang muncul nih:

1. Aku tidak mahir berenang (ahhhh ketahuan deh…..)

Dulu waktu TK dan SD sempat ada mata pelajaran berenang. Kalau cuma menyelam dan meluncur sih aku bisa. Tapi ini kan mesti berenang gaya bebas selama 1 jam, seminggu sekali. Berarti kan mesti belajar berenang, hu hu…

Solusi: Aku mesti cari kolam renang yang menyediakan les berenang.

Kebetulan di dekat rumah adik, di Puri Beta ada kolam renang dan aku pernah baca kalau mereka buka les berenang.

Next step: Tiap hari apa, jam berapa, berapa biayanya, siapa yang mengajar.

Satu minggu sebelum puasa aku mendatangi kolam renang itu, cari informasi, dan kebetulan bisa sekalian ketemu gurunya. Ternyata ada yang guru pria dan guru wanita. Tentu saja aku pilih gurunya wanita.

Biaya administrasi Rp 100 ribu, biaya les Rp 150 ribu untuk empat kali pertemuan dalam sebulan, atau Rp 250 ribu untuk delapan kali pertemuan.

 

Belajar berenang di Puri Beta
Belajar berenang di Puri Beta

2. Aku tidak punya baju renang

Tentunya aku harus beli baju renang muslim dong. Yang semuanya tertutup. Satu hari sebelum puasa, aku dan adikku pergi ke ITC Cipulir untuk melihat baju renang muslim itu. Di lantai dasar ada toko olahraga yang menjual baju senam dan renang. Tapi motifnya aku kurang suka. Setelah keliling dan mencari di setiap lantai, kami ketemu toko lagi di lantai 3 (kalau tak salah), namanya Toko Diana. Wah modelnya oke oke. Pilihan jatuh di warna hitam dengan motif bunga pink di dada. Ada tiga piece: jilbab, baju, dan celana, dengan bahan yang tebal tapi elastis.

Selanjutnya, cari kacamata renang. Aku kan minus, pakai kacamata. Jadi kacamata renangnya kalau bisa yang lensanya minus juga. Aku punya kacamata renang yang biasa, aku lupa simpan di mana, aku bongkar-bongkar tapi tak ketemu. Akhirnya beli dulu tadi siang di Gramedia Puri Indah, minus 3.5. Dari harga Rp 199 ribu, dapat diskon, jadi harganya Rp 159.200. Lumayan.
Swim Goggle

OK, now I’m ready to learn to swim.

Ibu Lilis, guru, mengatakan agar saya datang pukul 15.30. Jadi aku dan keponakanku berangkat dari rumah pukul 15.00. Oh iya, aku sengaja ajak keponakanku, Syahira, biar dia bisa belajar renang juga.

Total pembayaran biaya: Rp 500 ribu.

Di kelompok Ibu Lilis ada 3 orang anak, ditambah aku dan Syahira, jadi ada lima orang. Kami diajar bergantian. Hmmm, untuk Syahira mesti dibelikan kacamata renang juga dan papan luncur.

Karena ini untuk treatment, jadi Ibu Lilis langsung mengajar gaya bebas. Biasanya yang pertama diajar itu gaya katak karena paling mudah.

Tahap pertama, aku disuruh latihan gerakan kaki dengan berpegangan di tepi kolam. Perut masuk, kaki sejajar dengan permukaan air. Tidak boleh turun.

Selanjutnya, belajar bernapas. Tarik napas lalu semburkan saat di dalam air. Bisa lewat mulut atau hidung.

Lalu meluncur dipegangi tangan Ibu Lilis sambil mempraktekkan cara bernapas.

Kemudian, belajar mengambil napas saat meluncur. Kepala boleh menoleh ke kiri atau ke kanan. Terakhir belajar mengayuh tangan dan mengatur irama napas. Wah, aku ngos-ngosan. Sempat menelan air beberapa kali, atau air masuk ke hidung (puasa gak batal kan?)

Pas udah lancar, tangan dan kaki terasa sekali pegalnya.

Lalu kami pindah ke tempat yang lebih dalam untuk belajar mengapung. Tapi aku masih belum bisa tuh….hihihi.

Sementara Syahira sendiri juga diajar cara mengatur napas saat di dalam air, lalu melatih kaki gaya katak sambil dipegangi Ibu Lilis. Tadinya dia sempat takut (wah, padahal Bude kan udah bayar lho), untung dia akhirnya mau dan enjoy. Memang di kelompok kita, dia yang paling kecil, dan aku yang paling TUA! Hahaha…..

Cuek aja, yang penting sehat.

Kelas berakhir pukul 17.00 lewat. Sayang, tempat mandi di sana kurang privasi, tidak ada sekat-sekat. Akhirnya aku cuma bisa bilas dan cuci rambut. Sedangkan Syahira bisa aku mandikan.

Sampai rumah, aku langsung mandi. Setelah itu bersin-bersin lama, sampai seperti kena flu lagi.

22 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate ยป