WEALTHY MIRNA - Kaya Hati, Ilmu, Materi

Kaya Hati, Kaya Ilmu, Kaya Materi

Undangan pernikahan elektronik

Minggu ini ada seorang temanku yang menikah. Kenapa judul postingan ini undangan pernikahan elektronik? Soalnya ada hubungannya dengan temanku itu (sebut saja namanya J).

Aku menerima undangan lewat fasilitas “Event” yang ada di Facebook. Berhubung dia terhitung teman dekat, maka aku menganggap undangan itu merupakan undangan resmi darinya. Lalu aku kontak temanku yang lain yang juga temannya J untuk mengajak pergi barengan. Dia menerima undangan lewat Facebook.

Courtessy of Cheap Wedding Invitations

Courtessy of Cheap Wedding Invitations

Jadi, aku dan temanku ini tidak ada masalah dengan undangan yang kami terima lewat Event Facebook itu.Pada hari H, kami berangkat bersama-sama ke acara. It was a beautiful wedding reception.

Bahkan, jika ada teman atau kerabat yang mengirimkan undangan lewat SMS atau e-mail, aku pun tidak masalah. Aku akan tetap datang, karena dengan kesibukan calon pengantin yang sangat tinggi, bagaimanapun mereka pasti mengharapkan kita datang. Apalagi dengan SMS, mereka pasti sangat sibuk dengan persiapan, tapi tetap meluangkan waktu untuk mengetik dan mengirimkan SMS itu kepada kita. Well, it’s just me who’s just want to be practical.

Yang pasti, kalau untuk tetua dalam keluarga, atasan, ataupun relasi, undangan semacam ini aku rasa tidak berlaku, karena kurang sopan. Undangan lewat e-mail mungkin bisa dikirim bersamaan dengan undangan yang dikirim lewat pos, dengan harapan si penerima cepat mengetahui bahwa akan ada acara pernikahan si pengundang, karena bisa saja pengiriman lewat pos atau kurir memakan waktu lebih lama.

Belum lagi kalau calon pengantin persiapannya sangat singkat, dan tidak sempat mengantar undangan langsung ke hadapan calon tamu. Bayangkan kalau calon pengantinnya tinggal di Jakarta, dan mesti mengantar undangan satu per satu. Wah, kalau aku sih bakal tidak tahan, soalnya mau ke mana mana di Jakarta ketemu macet terus. Jadi mengirimkan undangan secara elektronik aku rasa tidak ada salahnya, mengingat keterbatasan waktu yang dimiliki.

Yang penting lihatlah niat si calon pengantin yang ingin membagi kebahagiaannya dengan kita, orang-orang terdekatnya. Apalagi sekarang kita tidak bisa lepas dari Facebook. Semua orang menenteng Blackberry biar bisa cepat update status, atau lihat status terbaru teman-temannya. What’s wrong with that?

Sayangnya, aku menemukan kasus unik soal penolakan undangan pernikahan elektronik ini, dan itu ternyata muncul dari salah satu temanku sendiri yang aku pikir cukup berpikiran modern

Dia menolak untuk datang ke resepsi J, karena undangannya dikirim lewat Facebook.

Belum lagi ditambah dengan kasus pemberian uang pengganti kado (Kalau ini mending gak usah dibahas dulu deh ya….).

So, apa pendapat kalian soal cerita ini? Apakah kalian akan tetap datang ke acara tersebut walaupun undangan yang diterima berupa SMS, e-mail, atau Event Facebook?

Post Metadata

Date
October 24th, 2009

Author
mirna


Leave a Reply