Terlambat itu banyak ruginya!
Dari kemarin, kesibukan pekerjaan sudah terasa meningkat. Untuk minggu ini saja, jadwal-jadwal meeting dan to-do list sudah memenuhi PDA tuaku.
Seharusnya semangat dan kesehatan harus tetap prima. Cuma gak tau kenapa, aku suka tidak sengaja mismanage waktu, apalagi kalau di pagi hari.
Contohnya kemarin, niat banget berangkat pagi, karena tahu Busway di Jl. Panjang sudah beroperasi sejak hari Sabtu lalu. Tentunya juga tidak tahu kenapa, di hari Minggu malam aku ketiduran tanpa ingat untuk mengganti baju. Alhasil, aku terbangun pukul 3.30 WIB. Ya sudahlah, tanggung tidur lagi. Akhirnya sholat Isya (masih bisa kan ya jam 3.30 WIB?) dan menyempatkan diri membaca Al-Qur’an (yang sudah agak lama tidak aku lakukan).
Entah kenapa, lalu lintas di areaku itu tidak terlalu berbeda: padat merayap, tidak sampai macet. Saat itu aku berangkat dari rumah pukul 7.30 WIB. Kebetulan taksi sudah aku pesan sejak Minggu malam.
Nah, yang tidak mengenakkan adalah hari ini. It was so wrong to start the day with lateness.
Pertama, aku bangun di waktu yang cukup untuk mandi, menyiapkan sarapan, dan cek e-mail. Tetapi, waktu online melebihi waktu yang sudah aku targetkan. Akhirnya target pukul 7.30 WIB mandi malah mundur 15 menit. Udah gitu, aku baru telpon taksi pukul 08.11 WIB. Biasanya taksi Transcab perlu 15 menit untuk sampai ke rumahku. Itu juga setelah 15 menit dikonfirmasi balik oleh operator. Kebetulan pukul 09.00 WIB aku sudah janjian dengan rekan kerja untuk ketemuan di RS Medistra.
Taksi ditunggu-tunggu tapi tidak datang-datang.
Pukul 08.24 WIB aku telpon operatornya, katanya taksinya sudah di Kebon Jeruk, mau masuk kompleks. (Eh, mana yang benar sih? Kalo udah mau masuk kompleks, berarti kan paling 5 menit lagi)
Taksi baru datang pukul 08.50 WIB! Rekor terlama menunggu taksi nih. Katanya pak supir dia terjebak di lampu merah Relasi. Yah, berarti gara-gara si Busway nih.
Akhirnya aku kasih kabar ke rekanku kalau aku tidak bisa ke Medistra, jadi langsung ketemuan aja di kantor untuk meeting dengan distributorku.
Berhubung aku tidak mau menghadapi macet di Jl. Panjang dan tidak mau telat (karena janji meeting jam 10-an), aku putuskan ke kantor lewat jalur Kemanggisan-Slipi-Jatibaru
Eh, ternyata jalur ini termasuk jalur yang jauh. Akhirnya aku sampai kantor pukul 10 lewat, makan ongkos Rp 50.000. Padahal biasanya cuma Rp 35-38 ribu aja.
Nah, berarti aku udah telat dua kali kan pagi ini?
Mana aku telpon si Poohbear, dia pun juga sibuk banget. Sempat bete juga aku, mau bicara dengannya, tapi kena interupsi terus oleh telepon masuk yang dia terima.
Selanjutnya, meeting baru dilaksanakan sekitar pukul 10.40 WIB, berakhir pukul 11.50 WIB dan aku siap-siap ke RS Gading Pluit untuk ketemu dokter. Eh, rekanku minta kita internal meeting untuk mendiskusikan hasil meeting dengan distributor. Katanya sih lima menit, tapi lewat tuh….. Weleh, alamat telat lagi nih sampai Kelapa Gading. Berangkat dari kantor aja 12.25 WIB. Disuruh ngejar pkl. 13.00 WIB.
Distributorku pun lebih telat dari aku sampai di sana, karena dia balik dulu ke kantornya untuk ambil sampel alat.
Begitu sampai di lobi RS, aku langsung basement, dan ketemulah dengan sang dokter pukul 13.10 WIB. Untung moodnya lagi baik dan welcome banget.
Lalu sesi kedua dilanjutkan di ruang konsultasi di kamar bedah.
Phewww….. Lumayan bisa napas lega. Makan siang di Sanjaya, Kelapa Gading. Resto khas Palembang. Makan Pindag Ikan Patin yang suegerrrrr….. plus mpek-mpek mini.
Hehehe…. benar-benar pengobat bete.
Pekerjaan pun diteruskan dengan jadwal berikutnya, menuju kantor distributor di kawasan Senayan dan di saat bersamaan mesti teleconference dengan tim ASEAN untuk event bulan April. Kurang konsentrasi aku karena teleponnya di mobil.
I don’t like being late, but sometimes I create that situation by myself….
Gak pernah ada untungnya being late ‘cos you will just miss good things and good opportunity.
Well…………. maybe if you are expecting a baby, being late in your period will be a blessing, lol.
Alhamdulillah, semua diakhiri dengan baik. Sayangnya, aku yang tadinya mau ikut kelas Yoga, il-feel llihat kemacetan di sisi lain jalan. Pasti nanti telat lagi deh!






