WEALTHY MIRNA - Kaya Hati, Ilmu, Materi

Kaya Hati, Kaya Ilmu, Kaya Materi

Merayakan Idul Adha di negeri seberang

Jika tahun lalu kurayakan Idul Adha di Shanghai, belajar di kelas karena training, Idul Adha 1430 H tahun ini, kurayakan di Kuala Lumpur, karena training pula…. Sempat ngedumel juga waktu terima e-mail notifikasi mengenai training ini.

Sebenarnya kalau cuma training, kami bisa pulang tanggal 26 Nov 2009 malam, setelah training selesai. Tapi karena ada acara meeting se-Asia Tenggara tgl. 28 Nov 2009 di Thailand, jadilah kami menghabiskan waktu satu hari di KL, yang notabene adalah Hari Raya Idul Adha (27 Nov 2009). Sudah itu, tak cuma menghabiskan waktu sendirian, kami harus meeting sebentar membicarakan rencana di tahun fiskal 2010.

Malam takbiran dilewatkan dengan dinner bersama sekaligus perpisahan manager di kantor Malaysia.

Oke, begini ceritanya:

Kami training di kantor KL. Kebetulan rekan kerjaku bertemu dengan salah seorang rekan kantor Malaysia yang sempat training bersamanya di Shanghai beberapa waktu sebelumnya. Rekan R menawarkan untuk mengantarkan kami sholat Eid bersamanya.

Disepakati dia akan jemput kami di hotel pukul 7.00 pagi. Wahhh, itu sih baru selesai sholat Shubuh kalau di KL. Hampir selesai kami yang wanita berdandan, rekan R menelepon temanku, dia sudah di lobi.

Kami telepon kamar teman kami yang laki-laki (ada dua orang), hihihi, mereka baru bangun. Jadilah kami berangkat dari hotel pukul 7.30. Rekan R membawa kami ke rumah nenek istrinya. Rumahnya berdekatan dengan Petronas Tower. Katanya, di daerah situ banyak orang Indonesia.

Setelah mobil diparkir, kami singgah ke rumah neneknya, kami berkenalan dengan beberapa anggota keluarga R. Setelah itu, kami berjalan kaki ke mesjid yang cukup dekat dengan rumah tersebut. Mesjidnya besar. Terlihat para lelaki mengenakan baju khas Malaysia dengan warna warna yang terang.

Aku dan rekan kerjaku mengambil tempat di luar karena memang di dalam mesjid tidak ada tempat lagi. Matahari bersinar dengan terangnya, sehingga teras tempat kami duduk cukup terasa panas. Pidato kata pengantar dan lainnya cukup lama juga. Kira-kira lewat 30 menit, barulah kami sholat Ied. Khutbah diberikan setelah sholat, sayangnya para jemaah sebagian besar langsung meninggalkan mesjid segera setelai sholat usai.

Seusai Sholat Ied

Seusai Sholat Ied

Di rumah nenek R, kami dijamu sarapan pagi. Ada lemang, rendang, bumbu kacang sate (tanpa sate, hehe), popia, teh dan kopi hangat, lalu pencuci mulutnya coconut jelly dan brownies. Kenyang juga perut kami ini. Kami ngobrol-ngobrol dengan bapak mertua R, berkenalan dengan istri R dan ibunya. Lalu ada tante istrinya yang menikah dengan pria Jawa, anaknya dapat bea siswa dari pemerintah Malaysia untuk kuliah di FK Trisakti. Lucunya, si tante ini memanggil dirinya Bulik, hehehe……

Sarapan sesudah Sholat Ied

Sarapan sesudah Sholat Ied

Selesai sarapan, kami masih ngobrol, kali ini ditemani dengan paman istrinya. Sayangnya pembicaraan kurang lancar karena beliau ini mengambil topik sensitif mengenai perselisihan Indonesia-Malaysia, terutama mengenai Tari Pendet yang dipasang di iklan pariwisata pemerintah Malaysia…. Boo….

Kami ditawari untuk makan nasi Briyani… Haaaaa? Makan lagi? Lho, yang tadi itu apa dong? Perut udah kenyang, dan waktu sudah mendekati jadwal “rapat” kami, terpaksa kami menolak dengan halus tawaran itu dan segera pamit. Soalnya pembicaraan dengan si paman cukup bikin kita males menanggapi.

Kami diantar R sampai kantor. Diskusi dimulai, diselingi lunch break dengan Pizzahut (halah)….

Karena bisa pulang cepat ke hotel, aku dan rekan tidur siang dulu (abisnya capek). Rencana ke KLCC diurungkan, dan kami menghabiskan malam di Mega Mall dekat hotel.

Oh ya, intermezzo aja, ini cara bikin Coconut Jelly:

Air kelapa dimasak dengan jelly dan gula secukupnya. Jangan terlalu banyak jelly supaya nanti tidak terlalu keras. Masukkan dalam cetakan, bubuhkan irisan kelapa muda di atasnya. Masukkan ke kulkas, dihidangkan dingin dingin. Segerrrrr……

Selamat Hari Raya Idul Adha!


Leave a Reply