Bhinneka Tunggal Ika aja…..(polling)
Mengetahui asal usul dan budaya seseorang adalah hal yang menarik.
Tapi di saat orang menanyakan aku berasal dari mana, jawabannya cukup panjang: “Bapak dari Solo, ibu dari Sumatera Barat, aku lahir di Medan, besar dan tinggal di Jakarta, tapi kalau mudik ke Medan juga.”
Ya ya, repot menjelaskannya. Kadang aku suka buat tebakan untuk orang-orang mengenai asalku berdasarkan kartu namaku. Berhubung ada pengulangan kata (mirNA sakiNA), ada yang pernah pikir aku dari Jawa Barat.
Begini, kalau ditilik dari nama di akta kelahiran dan KTP, I should have been the real Javanese royalty (ehm, ehm). In reality? Jauh sekaleee……. Aku tidak bisa berbahasa Jawa, aku sempat ke Solo satu kali dan satu kali numpang lewat saat tugas keluar kota. Bapakku (alm.)? Beliau sedikit-sedikit mengerti bahasa Jawa, tapi aku tidak pernah mendengarnya bicara dalam bahasa Jawa. Logatnya sudah Medan sekali! Bapak lahir di Jakarta, lalu di bawa kedua eyangku ke Sumatera dalam tugas, karena Eyang Kakungku dinas di perkebunan. Berpuluh tahun mereka di Sumatera dan akhirnya menetap di Medan. Rumah Eyang di Medan kalau tak salah selesai dibangun sekitar tahun 1976-an, saat Bapak menikahi Ibu.
Lucunya, walau di keluarga Bapak kami tidak berbahasa Jawa, tetapi aku memanggil adik-adik Bapak dengan sebutan Paklik dan Bulik.
Ibu (almh.) sendiri berasal dari Batusangkar, Sumatera Barat. Kalo ditanya silsilah Andung dan Inyikku, aku menyerah! Kadang walau hubungan darah dengan beberapa saudara sudah terhitung jauh, tapi secara pergaulan kami bisa dibilang sangat dekat. Inyik (ayah dari Ibuku) meninggal di tahun 1960-an. Beliau adalah salah satu pendiri USU (ehm, bangga deh……….). Aku tidak tahu sejak tahun berapa Inyik dan Andung menetap di Medan, pastinya sih sudah puluhan tahun juga. Sayang, rumah mereka sudah dijual.
Nah, berhubung aku dilahirkan di Medan, aku bisa disebut juga anak Medan. Itu kata Bapakku, lho. Sempat, waktu karir Tae Kwon Do ku agak mentok, Bapakku mau mengurus kepindahanku, dari atlet DKI menjadi atlet Sumut, dengan bermodalkan akta kelahiran dan KTP. Tapi rencana itu tidak diteruskan, dan aku terus mewakili nama DKI Jakarta.
Jadi menurut kamu aku mesti jawab apa dong kalau ditanya aku dari mana? Dan bagaimana cara menjawab tersingkat? Maunya sih biar tetap menjunjung motto negara kita, Bhinneka Tunggal Ika.
Tolong kasih aku masukan ya….. ![]()







