WEALTHY MIRNA - Kaya Hati, Ilmu, Materi

Kaya Hati, Kaya Ilmu, Kaya Materi

Apakah aku setua itu?

Diposting di FaceBook.Com notes, Jan 29, 2009 (tapi di sini ada sedikit perubahan…

Aku mengalami suatu kejadian mirip, yang terjadi dua kali berturut-turut di gym tempat aku olah raga.

Gara-gara kejadian ini, aku jadi bertanya-tanya, apakah aku setua itu? (

Kejadian pertama itu di hari Minggu, 25 Januari 2009. Saat itu kami sedang di kelas Body Balance, menunggu instruktur datang. Di sebelahku duduk seorang ABG. Dia menyapaku dan menanyakan di kelas ini latihannya seperti apa. Aku jelaskan nanti jenis gerakannya seperti apa, bla bla bla. Lalu kita ngobrol sebentar dan latihan dimulai karena instruktur sudah hadir.

Setelah selesai, pembicaraan berlanjut:
Aku: Gimana? Enak kan? Gak berat gerakannya.
ABG: Iya nih, keluar banyak keringat juga.
Aku: Udah mau pulang ya? (melilhat si ABG bersiap-siap membereskan tasnya tanpa mandi dulu sebelum pulang)
ABG: Iya.
Aku: Rumahnya di mana?
ABG: Di Kosambi
Aku: Ohh, arah ke Cengkareng situ ya? Saya di Kebon Jeruk.
ABG: Dekat dong ya ke sini.
Aku: he eh
ABG: Saya duluan, Tante.
Aku: Iya ( Sambil berkata dalam hati: Whaaaat???? Aku dipanggil “Tante”??? Shock deh saat itu, tapi aku tetap melemparkan senyum ke anak itu.)

Setelah itu, aku tidak habis pikir, kok aku dipanggil “tante” sih? Emang gue udah kelihatan tua?
Hmmm, yah, dia kan masih SMA, mungkin saja dia punya tante yang kerja kantoran seperti aku.
She’s just being polite. Gak perlu marah, Mir.

Lalu aku cerita ke sepupuku yang di Medan saat kami telpon-telponan. Katanya:” Ya wajar lah Kak…. Kakak kan udah punya keponakan dua orang. Mereka aja panggil Kakak ‘Bude’. Jadi emang pantes dipanggil ‘tante’.

Grrrr……….. Kalau itu sih wajar, wong keponakanku sendiri yang manggil “tante”, masa’ aku protes?

Kejadian kedua tgl. 27 Januari 2009.
Sehabis mandi di ruangan loker, aku mau mengeringkan rambut. Ternyata hair dryer yang di meja riasku rusak (tanpa ada label pemberitahuan kalau alat sedang rusak).
Di sampingku ada ABG yang sedang mengeringkan rambutnya.
Dengan spontan dia menawarkan hair dryernya sambil berkata, “Ini tante, pakai ini aja”

Whatt? Lagiiii…. dipanggil tante!

Besoknya pas aku ngobrol dengan Poohbear tersayang, aku ceritakan dua kejadian itu. Dia ngakak abis. Dia sendiri ternyata pernah mengalami kejadian kaya’ gitu di gym-nya.
Katanya anak-anak muda manggil “Sir”. Misalnya pas lagi ngantri alat: “Go ahead, Sir”
Dalam hatinya dia bilang, “I’m no freaking Sir….”
Aku bilang ke dia kalau dia udah wajar dipanggil begitu, umur udah 40-an kok, hihihi….

Mungkin aku terbiasa dipanggil “Mbak” atau “Kakak”, atau kalau sama muridku “Sabeum”. Bahkan kalau ada orang yang panggil “Ibu”, aku masih agak kagok (gerah, lebih pastinya).

Inikah pertanda kalau aku mesti lebih bersikap “tua”? Berpenampilan “tua”? Soalnya selama ini aku selalu menganggap diriku muda sih……..(walau umur sudah kepala 3, wakakak).

Hmm, no way deh. It’s not my style, style yang dibuat-buat. It’s not me.
Umur boleh tua, tapi penampilan tetap boleh gaya dong?

Terutama, sikap mesti dewasa, sesuai sikon dan umur, tidak dilebih-lebihkan, tidak dikurangkan.

Post Metadata

Date
February 6th, 2009

Author
mirna


4 Comments

  1. sama mbak…gua juga suka kikuk kalau dipanggil bapak…he he….konotasinya memang begitu ya…kayak dianggap tua, btw kalau di jawa di”tua” kan artinya dihornmati loh….
    kirain hanya cowok aja yang ngerasa gitu….



  2. mirnaNo Gravatar

    Wah Mas Rakadewa, kalau “Bapak” kan masih umum.
    Ini “tante” gitu loh….

    Eh, ternyata cowok2 juga berasa seperti itu ya kalo belum waktunya dipanggil “bapak”?

    Sama aja kaya’ adikku yang sudah memiliki dua anak. Masih ogah dipanggil “Ibu”, hahaha



  3. fatNo Gravatar

    hehehehe…mb..kalo yg panggil tante anakku mah gak papa ya..?



  4. mirnaNo Gravatar

    Mbak Fat, kalo Daghfal manggil aku “tante” ya gak papa, hehe….


Leave a Reply